Jasin juga menekankan pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk final negara. Ia menyebut keutuhan wilayah dan persatuan bangsa tidak boleh ditawar.
“NKRI adalah bentuk final negara kita. Menjaga keutuhan wilayah dan persatuan bangsa adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, terkait Bhinneka Tunggal Ika, Yasin menjelaskan bahwa keberagaman harus dipahami sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan. Ia mencontohkan kondisi Gorontalo yang memiliki keragaman bahasa daerah.
“Di Gorontalo saja ada tiga bahasa daerah. Perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan, tetapi disatukan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Jasin U. Dilo juga menyampaikan bahwa sosialisasi Empat Pilar MPR RI dilaksanakan sebanyak tujuh kali hingga akhir tahun sebagai upaya penguatan wawasan kebangsaan di daerah.
Sementara itu, Ketua Yayasan Uwanengo, Windra Lagarusu, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengaku senang dan bangga atas pelaksanaan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kecamatan Kwandang.
“Kami semua sangat senang dan bahagia atas kegiatan ini. Sosialisasi Empat Pilar menjadi ruang edukasi penting bagi masyarakat,” tutup Windra.














