Meski telah mendapatkan penanganan medis, keduanya dinyatakan meninggal dunia.
Kombes Danu mengapresiasi respon cepat warga dan aparat yang terlibat dalam pencarian, meski hasilnya tak sesuai harapan.
“Upaya penyelamatan dilakukan secepat mungkin, tetapi kondisi arus sungai yang deras membuat situasi sulit dikendalikan,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, khususnya di area sungai, terlebih pada musim hujan ketika debit air meningkat.
Tragedi ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan anak harus menjadi prioritas bersama, dan peran warga, pemerintah, dan aparat keamanan diperlukan untuk mencegah kejadian serupa.
Nama Brigadir Ikmal kini mendapat perhatian publik, bukan karena pangkat atau jabatan, tetapi karena keberanian dan tanggung jawabnya sebagai pelindung masyarakat, hadir di waktu yang paling dibutuhkan.














