Selain itu, Rudianto juga menilai kebijakan pemerintah yang memberikan masa libur lebih panjang turut membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di puncak arus mudik dan balik.
“Program mudik gratis dari pemerintah maupun pihak swasta juga efektif menekan volume kendaraan pribadi di jalur utama,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi pemanfaatan teknologi oleh Polri dalam mendukung kelancaran mudik. Penggunaan CCTV, body cam, sistem GPS kendaraan, serta platform digital manajemen lalu lintas seperti e-Turjawali dan algoritma road safety, dinilai sangat membantu pengambilan keputusan cepat dan akurat di lapangan.
Menurut Rudianto, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci sukses penyelenggaraan mudik tahun ini. Ia berharap kerja sama dan inovasi ini terus ditingkatkan dalam menghadapi arus balik dan libur panjang lainnya di masa depan.