FORUM ASPIRASI JALANAN
GoTimes.id – Berangkat dari 100 hari kerja berdampak 1.825 hari atau 5 tahun kinerja wakil rakyat. Begitu banyak harapan masyarakat akan output perubahan kampung halaman hanya menjadi teka-teki dalam program wakil rakyat dengan pendekatan “WAKIL RAKYAT MELAPOR”.
Apa yang dilaporkan? Muncullah pertanyaan masyarakat. Begitu banyak anggaran yang dikeluarkan setiap kegiatan dalam pengantaran yang katanya “PROPOSAL”, namun tak ada satu pun output yang berorientasi kepada masyarakat. Ketika hal tersebut disandingkan dengan biaya perjalanan dinas ke Ibu Kota Jakarta, sesuai dengan PMK Nomor 39 Tahun 2024 tentang SBM TA 2025, untuk perjalanan dinas ke wilayah Jakarta:
- Uang harian: Rp530.000/hari
- Uang representatif: Rp250.000/hari
- Hotel: Rp8.720.000/hari
Dengan demikian, total biaya yang dapat dihabiskan mencapai sekitar Rp9.500.000 per hari, di luar biaya transportasi pulang-pergi pesawat.
Narasi “Wakil Rakyat Melapor” kemudian dinilai hanya dikemas rapi dengan beragam dokumentasi pendukung untuk meyakinkan masyarakat bahwa akan ada bantuan dan anggaran besar yang turun ke daerah. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan pemborosan anggaran yang tertutup rapi, tanpa dampak nyata bagi masyarakat.














