GoTimes.id, Gorontalo Utara — G210 pernah diposisikan sebagai program ambisius Bupati Gorontalo Utara di awal masa pemerintahannya. Ia digaungkan berulang kali sebagai penanda arah pembangunan daerah, disampaikan melalui media sosial resmi hingga media elektronik, dan menjadi narasi utama dalam komunikasi publik pemerintah daerah.
Namun, setelah gaung awal itu mereda, keberadaan G210 justru kian samar. Informasi mengenai progres, capaian, maupun evaluasi program tersebut nyaris tak lagi ditemukan di ruang publik. Program yang semula ditampilkan sebagai poros kebijakan kini seolah menghilang tanpa penjelasan.
Padahal, program ambisius semestinya diiringi dengan pelaporan yang konsisten dan terukur. Transparansi menjadi prasyarat agar publik dapat menilai apakah sebuah kebijakan benar-benar berjalan, tersendat, atau sekadar berhenti di tahap wacana.
“Awalnya G210 selalu disebut. Sekarang tidak pernah lagi terdengar,” ujar Marwan, seorang warga Gorontalo Utara. Kamis (15-1).













