Scroll untuk membaca artikel sob
Pasang Iklan
OpiniPrespektif

Madura di Persimpangan Jalan: Menjadi Provinsi atau Tetap Bersama Jawa Timur

×

Madura di Persimpangan Jalan: Menjadi Provinsi atau Tetap Bersama Jawa Timur

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi AI
Ilustrasi AI

Oleh: Agiel lambada

(Ketua Bidang Pemberdayaan Umat HMI Cabang Bangkalan)

GoTimes.id – Madura hari ini berada di sebuah persimpangan . Satu jalur mengarah pada kemajuan, industrialisasi, dan keterbukaan global. Jalur lainnya menuntun kembali ke akar tradisi, budaya lokal, dan resistensi terhadap perubahan yang terlalu cepat. Di tengah dua tarikan ini, Madura dituntut menentukan arah, bukan sekadar soal , melainkan juga soal jati diri.

Baca Juga  Proyek Dana Desa Mebongo Mangkrak, Aktivis Siap Laporkan ke Kejaksaan

Wacana pembentukan kembali mencuat, menumpang arus desentralisasi dan tuntutan . Sebuah gagasan lama yang tak pernah benar-benar padam. Sebagian tokoh masyarakat, daerah, hingga politisi lokal menyuarakan: sudah saatnya Madura berdiri sendiri, lepas dari bayang-bayang dominasi Jawa Timur. Tapi, apakah itu benar-benar solusi?

Ketimpangan dan Identitas

Para pendukung pemekaran mengangkat isu klasik: . Meski empat kabupaten Madura, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, telah lama menjadi bagian integral Jawa Timur, kontribusinya dalam sejarah dan budaya belum sebanding dengan perhatian pembangunan dari provinsi induk.

Baca Juga  Bungkam Soal K3, Kepala Satker Wilayah II BPJN Gorontalo Diminta AMMPD untuk Diganti

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Madura masih di bawah rata-rata. Kemiskinan relatif tinggi, dasar tertinggal. Bagi banyak kalangan, itu cukup untuk berkata: “Sudah saatnya Madura berdiri di atas kaki sendiri.”

Lebih jauh, pemekaran dipandang sebagai upaya memperkuat dan masyarakat Madura. Sebuah provinsi bisa memberi ruang lebih besar bagi representasi warga Madura di level nasional, sekaligus memungkinkan lahirnya yang lebih kontekstual dan responsif terhadap kearifan lokal.

Baca Juga  Oknum Kepsek di Gorut Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Siswa: Damai Tak Menghapus Pelanggaran

Namun, Apakah Kita Siap?

Di balik semangat itu, muncul pertanyaan fundamental: apakah Madura siap menjadi provinsi sendiri?

**Cek berita dan artikel terbaru kami dengan mengikuti saluran WhatsApp di :