Ia juga menyoroti maraknya konten viral di media sosial yang justru mempromosikan gagal bayar sebagai hal yang lumrah. Menurutnya, diperlukan upaya edukasi finansial untuk mengimbangi konten semacam itu.
Selain risiko hukum, galbay juga berdampak langsung pada penurunan skor kredit SLIK OJK. Akibatnya, pengguna yang menunggak pinjaman akan kesulitan mengajukan kredit di kemudian hari, termasuk untuk pembelian kendaraan dan rumah.
“Jangan anggap enteng bahwa bisa hidup tenang setelah menghindari bayar ke fintech lending. Rekam jejak kredit itu akan tercatat dan mempengaruhi kehidupan finansial ke depan,” lanjut Indriyatno.
Skor Kredit Bisa Pengaruhi Masa Depan
Direktur Komersial IdScore Wahyu Trenggono menambahkan bahwa menjaga rekam jejak kredit sangat penting karena berdampak luas terhadap kehidupan seseorang.
“Credit scoring harus kita jaga, karena dampaknya sangat luas. Nanti tak bisa dapat kerja, susah cari kerja, bahkan cari jodoh juga susah kalau nilainya jelek,” ujarnya dalam AFPI Journalist Workshop and Gathering di Bandung.
Pertumbuhan Pinjol Masih Tinggi
Hingga Juni 2025, pembiayaan pinjol tercatat tumbuh 25,06% dengan nilai outstanding mencapai Rp 83,52 triliun. Meskipun pertumbuhannya melambat, performa sektor ini masih lebih baik dibandingkan industri multifinance yang hanya tumbuh 1,96% dengan outstanding sebesar Rp 501,83 triliun.
Sementara itu, tingkat kredit macet pinjol (TWP90) dilaporkan mengalami perbaikan, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga kewajiban pembayaran mulai meningkat.













