Gotimes.id – Sunhaji, seorang penjual es teh asal Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berkunjung ke kediaman Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab dikenal sebagai Gus Miftah. Kunjungan ini berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB di Pondok Pesantren Ora Aji, Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman. Rabu (4-12) siang.
Sunhaji tidak datang sendiri; ia ditemani oleh lurah dan dukuh dari desanya. Saat tiba, Gus Miftah menyambut Sunhaji dan rombongan dengan hangat. Keduanya langsung saling berpelukan saat bertemu.
“Mau diparani, sekarang gantian moro (tadi saya yang datang, sekarang giliran beliau datang),” ujar Gus Miftah sembari tersenyum.
Dalam suasana santai, Gus Miftah menanyakan kepada Sunhaji tentang seberapa sering ia mengikuti pengajian di Pondok Pesantren Ora Aji. Sunhaji menjawab bahwa ia telah dua kali hadir dalam pengajian malam Ahad Paing.
“Beliau ini jamaah pengajian malam Ahad Paing, sudah dua kali ke sini,” jelas Gus Miftah.
Setelah berbincang di halaman pondok, Gus Miftah mengajak Sunhaji dan rombongan masuk ke ruang tamu. Di sana, mereka duduk berdampingan, melanjutkan obrolan dengan penuh keakraban dan canda tawa.
Sebelumnya, Gus Miftah sempat mengunjungi Sunhaji di tempat tinggalnya, Dusun Gesari, Desa Banyusari, pada Rabu pagi. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya yang dinilai menyakitkan saat acara salawatan di Lapangan drh Soepardi, Kecamatan Mungkid, pada Rabu (20/11/2024) malam.
“Tadi pagi Abah (Gus Miftah) sudah ke sini dan kami sempat bertatap muka. Intinya, saling memaafkan. Antara saya dan Abah sudah tidak ada masalah,” ungkap Sunhaji.
Sebagai wujud keakraban, Gus Miftah juga berjanji akan menggelar pengajian di lingkungan tempat tinggal Sunhaji pada 17 Desember 2024.