“Di darat potensi ekonominya kecil, justru di laut sangatlah besar. Dan ketika potensi perikanan dan kelautan ini tidak dapat dimanfaatkan lagi, maka itulah kiamat,” ujarnya.
Berapa besar hasil pertanian yang dapat menopang perekonomian masyarakat jika dibandingkan dengan potensi ekonomi dari sektor perikanan dan kelautan.
“Ketika pencemaran terjadi, secara otomatis potensi ini tidak akan berdampak ekonomi, hasil laut tidak dapat dikonsumsi, dan perekonomian dipastikan anjlok dan Sangihe mau jadi apa,” kata Fentje.
Persoalan ini haruslah menjadi perhatian serius, apalagi hadir dalam kegiatan tersebut adalah Forkopimda serta Sekjen, yang diharapkan dapat memberikan solusi atau buah tangan yang ditinggalkan di daerah.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa di Sangihe juga ada potensi pertambangan, sehingga ini juga harus diperhatikan. Kenapa laut tercemar? Pasti ada penyebabnya, dan solusinya tentu bagaimana penyebab pencemaran ini dapat diatasi,” harap Ketua PPWI Sangihe.
Pada intinya pemerintah daerah harus dapat menyikapi ini dengan sesegera mungkin, agar dampaknya segera diminimalisir. Harapannya jangan sampai potensi melimpah namun tidak dapat dimanfaatkan.













