GoTimes.id, Gorontalo Utara – Masyarakat pengguna jalan, khususnya sopir mobil minibus, mengeluhkan kondisi ruas Jalan Nasional Tolango–Bulontio–Tolinggula hingga Desa Cempaka Putih, Kabupaten Gorontalo Utara. Salah satunya, proyek penanganan longsor dan pemeliharaan jembatan di Desa Dunu, Kecamatan Monano, membuat akses transportasi terganggu dan membahayakan pengendara.
Seorang sopir minibus yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya pengerjaan proyek.
“Pekerjaan jalan ini sudah lama. Jalan sebelumnya masih lebih baik. Sekarang, mobil kecil saja sulit lewat, apalagi kalau sopirnya kurang pengalaman bisa terjun ke jurang,” keluhnya, Jumat (29-8).
Lebih parahnya, ia menuturkan adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi pada malam hari di lokasi proyek. Oknum yang melakukan dugaan pungli itu diketahui menggunakan rompi proyek dan meminta imbalan kepada pengendara yang ingin melintas.
“Selama dua malam terakhir, setiap kali mau lewat, petugas yang berjaga meminta imbalan. Memang tidak ada tarif pasti, tapi ini kan proyek. Kalau itu petugas lalu lintas, kenapa mereka pegang ember dan minta uang?” tambahnya.