Sementara itu, proses penetapan ketua DPD PAN Kabupaten Bone Bolango masih berlanjut. Dua nama yang masuk bursa—Suleman Tombe dan Hendra Suleman—belum mencapai kesepakatan final.
“Bone Bolango kami beri waktu dua minggu sampai satu bulan untuk kembali berembuk. Proses ini harus berjalan baik dan tetap menjaga soliditas,” jelas Anas.
Anas juga menyampaikan instruksi Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, yang menargetkan PAN masuk tiga besar nasional pada Pemilu 2029. Untuk mewujudkan target itu, PAN menugaskan setiap daerah menyiapkan empat relawan di setiap TPS.
“Satu relawan untuk DPRD kabupaten/kota, satu untuk DPRD provinsi, satu untuk DPR RI, dan satu relawan khusus untuk Ketum,” tegasnya.
Ketua Steering Committee (SC) Musda ke-6 PAN Gorontalo, Mansir D. Mudeng, mengungkapkan bahwa proses penjaringan formatur sudah dilakukan sejak jauh hari melalui pola musyawarah yang melibatkan unsur kader potensial, termasuk anggota DPRD, tokoh masyarakat, serta struktur partai.
“Mekanisme penjaringan dilakukan di masing-masing daerah secara musyawarah untuk menentukan formatur. Hasilnya kemudian diserahkan ke DPD untuk diproses dan ditetapkan,” ujar Mansir.
Ia menegaskan bahwa sistem musyawarah mufakat dipilih untuk menghindari perpecahan internal akibat perbedaan pilihan serta memastikan proses politik di tubuh PAN berjalan efisien dan demokratis.
Jika musyawarah belum menghasilkan kesepakatan, PAN memberikan waktu tambahan 2–4 minggu. Namun jika tetap buntu, DPW, sebagai struktur organisasi level satu di daerah, dapat mengambil keputusan.
“Inilah dinamika politik yang demokratis. Kadang mufakat bulat, kadang lonjong, tapi tetap bertemu dalam satu garis,” kata Mansir.
Musda ke-6 PAN Gorontalo diharapkan memperkokoh struktur kepengurusan dan menjadi fondasi strategis bagi PAN dalam menjemput target tiga besar pada Pemilu 2029.













