Lukum menyebut, respons cepat BWS ini menjadi kabar menggembirakan bagi warga yang selama ini berharap adanya penanganan serius untuk mengurangi risiko banjir di musim penghujan. Kondisi sungai yang dangkal membuat debit air mudah meluap sehingga menimbulkan banjir di sejumlah wilayah.
“Respon pihak BWS ini tentu menjadi hadiah akhir tahun bagi masyarakat yang berharap kegiatan pengerukan tersebut dapat menyelamatkan lingkungan, khususnya mencegah banjir yang acap kali melanda di akhir tahun,” ujarnya.
DPRD berharap normalisasi sungai dapat dilakukan secara bertahap di seluruh daerah aliran sungai (DAS) di Gorontalo Utara. Setidaknya terdapat 14 titik rawan banjir yang tersebar di 11 kecamatan yang memerlukan perhatian serius.
Lukum juga mengimbau seluruh pihak agar turut menjaga kelestarian lingkungan. Ia menekankan pentingnya tidak membuang sampah ke saluran air, sungai, maupun laut, serta mengajak masyarakat untuk giat menanam pohon.
“Penanganan lingkungan harus dilakukan cepat. Kami berharap semua pihak bahu-membahu menjaga lingkungan, menanam pohon sebanyak-banyaknya, dan mencegah banjir serta tanah longsor,” kata Lukum.













