Sejumlah isu strategis terus didorong secara konsisten, mulai dari peningkatan infrastruktur dasar, penguatan pelayanan publik, hingga percepatan pembangunan ekonomi masyarakat pesisir. Selain itu, perhatian terhadap sektor perikanan, pertanian, dan kesejahteraan masyarakat desa menjadi bagian penting dari agenda bersama yang terus disuarakan.
Redaksi menilai, kolaborasi ini menghadirkan pesan penting bagi praktik politik lokal bahwa keberpihakan pada rakyat tidak mengenal batas partai. Rakyat Anggrek dan Monano tidak membutuhkan wakil yang sibuk membangun citra, melainkan figur yang hadir, mendengar, dan berani memperjuangkan kebutuhan riil masyarakat di ruang-ruang pengambilan kebijakan.
Lebih dari sekadar kerja bersama, sinergi ini menjadi penanda bahwa politik yang dewasa lahir dari kesediaan untuk menekan ego dan mengedepankan kepentingan bersama. Jika pola kolaboratif semacam ini terus dijaga dan diperluas, maka DPRD tidak hanya akan menjadi arena perdebatan, tetapi benar-benar menjadi rumah perjuangan rakyat.
Pada akhirnya, sejarah politik lokal tidak akan mencatat siapa berasal dari partai apa. Yang akan diingat publik adalah apa yang diperjuangkan dan apa yang berhasil diwujudkan. Dan dalam konteks Anggrek–Monano, kolaborasi lintas partai semacam ini layak diapresiasi sekaligus dijadikan teladan.














