Melalui perumpamaan sederhana, Kapolres menggambarkan bahwa puasa membawa perubahan positif dalam kehidupan. Ia mencontohkan ayam yang berpuasa saat mengerami telur hingga menetas, serta ulat yang berdiam diri dalam kepompong sebelum berubah menjadi kupu-kupu yang indah.
Menurutnya, proses menahan diri akan menghasilkan kebaikan di masa depan.
“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih hati agar lebih sabar, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah SWT,” tuturnya.
Kegiatan Tarhib Ramadhan tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari para santri yang menyambut kehadiran Kapolres sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan keagamaan dalam membina generasi muda.














