“Hanya saja pihak kami belum mengetahui sampai kapan mereka akan tinggal, hanya saja mereka telah melaporkan kedatangan mereka dan saat ini para WNA tersebut tinggal di Tahuna tepatnya di Hotel Hayana,” kata Joudy.
Soal aktivitas apa yang para WNA ini akan lakukan selama berada di Tahuna itu tidak diketahui oleh pihaknya kata Joudy. Namun sesuai dengan dokumen yang ada, para WNA tersebut aktivitasnya perjalanan untuk urusan atau istilahnya perjalanan bisnis.
“Hanya saja kami telah mengingatkan kepada penanggungjawab mereka agar tidak melakukan aktivitas atau pekerjaan fisik. Karena mereka dalam rangka perjalanan bisnis atau mungkin perbaikan mesin,” tegasnya.
Jika para WNA ini ada urusan terkait perbaikan mesin, maka mereka kata Joudy, hanya sampai pada pengawasan atau pendampingan, tidak sampai turun langsung bekerja.
Disisi lain Joudy juga mengatakan bahwa negara ini terbuka atas kunjungan WNA maupun touris domestik dan sebenarnya ini dapat berdampak positif bagi Sangihe sendiri.
“Kami pasti melaksanakan apa yang menjadi tugas dan fungsi yang melekat, soal aktivitas WNA jika ada yang melanggar maka pasti akan ditindak sesuai dengan batas kewenangan yang dimiliki, termasuk juga instansi lainnya yang juga memiliki kewenangan untuk itu,” tandasnya.













