Scroll untuk membaca artikel sob
Pasang Iklan
DaerahKabupaten Pohuwato

Aktivitas PETI di Pohuwato Dinilai Picu Banjir Bandang

×

Aktivitas PETI di Pohuwato Dinilai Picu Banjir Bandang

Sebarkan artikel ini
Aktivitas PETI di Pohuwato Dinilai Picu Banjir Bandang. (Foto: Ist)
Aktivitas PETI di Pohuwato Dinilai Picu Banjir Bandang. (Foto: Ist)

Laporan tersebut juga mengidentifikasi berbagai dampak akibat , mulai dari pendangkalan dan penyempitan , erosi dan penggundulan hutan, pencemaran air, hingga perubahan alur .

Sementara itu, Tim BWSS II Provinsi Gorontalo yang dipimpin oleh Moh Isnaen Muhidin, Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air, menemukan aktivitas penambangan masyarakat di area tebing curam dengan bukaan lahan yang masif.

Baca Juga  Polda Gorontalo Gelar Pasar Murah di Puncak Hari Bhayangkara ke-79

BWSS II mencatat Taluduyunu memiliki panjang aliran sekitar 14,8 kilometer dari hulu hingga bermuara di Teluk Tomini. Aliran sungai ini melewati Desa Hulawa dan wilayah Marisa melalui tiga sungai utama, yakni Sungai Dulamayo, Botudulanga, dan Taluduyunu.

Baca Juga  Operasi Keselamatan Otanaha 2025 Dimulai, Hari Pertama Fokus pada Edukasi Pengendara

Dari hasil estimasi, total bukaan lahan akibat mencapai sekitar 612 hektare. Dari jumlah tersebut, 370,75 hektare berada di dalam Kawasan Cagar Alam dan Areal Penyangga.

Luasnya bukaan lahan di kawasan lindung ini mengakibatkan hilangnya daerah tangkapan air, sehingga meningkatkan debit air dan menuju sungai. Kondisi tersebut dinilai secara langsung meningkatkan risiko bandang, khususnya di wilayah Desa Hulawa hingga Kota Marisa.