Scroll untuk membaca artikel sob
Pasang Iklan
DaerahKabupaten Pohuwato

Aktivitas PETI di Pohuwato Dinilai Picu Banjir Bandang

×

Aktivitas PETI di Pohuwato Dinilai Picu Banjir Bandang

Sebarkan artikel ini
Aktivitas PETI di Pohuwato Dinilai Picu Banjir Bandang. (Foto: Ist)
Aktivitas PETI di Pohuwato Dinilai Picu Banjir Bandang. (Foto: Ist)

GoTimes.id, — Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin () diduga kuat menjadi pemicu utama terjadinya sejumlah bandang di Kabupaten , Provinsi Gorontalo. Kesimpulan tersebut disampaikan oleh Dinas Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo bersama Balai Wilayah Sulawesi (BWSS) II setelah melakukan penelusuran lapangan.

bandang yang melanda Kecamatan Buntulia dan Marisa dalam beberapa waktu terakhir disebut berkaitan langsung dengan akibat aktivitas yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Baca Juga  Datangi Polres Pohuwato, Kapolda Pastikan Tidak Ada Beking Tambang Ilegal

Berdasarkan hasil investigasi DLHK dan BWSS II, kegiatan penambangan ilegal tersebut menyebabkan parah, pendangkalan , serta perubahan bentuk badan . Kondisi ini memperbesar risiko , terutama saat intensitas curah hujan meningkat.

“Hasil kunjungan lapangan dan wawancara dengan sejumlah penambang tanpa izin pada Oktober 2025 menunjukkan terjadinya pendangkalan signifikan di beberapa sungai, khususnya di sekitar lokasi ,” demikian tertulis dalam laporan Tim DLHK Provinsi Gorontalo.

Baca Juga  RSUD dr. Zainal Umar Sidiki Jalin Kerja Sama dengan Universitas Bina Mandiri Gorontalo

DLHK mencatat Sungai Dulamayo dan Sungai Ilota yang sebelumnya memiliki aliran lancar kini mengalami penyempitan dan pendangkalan di sejumlah titik. Tumpukan material hasil galian PETI, termasuk dari penggunaan alat berat, turut menghambat aliran air.

Baca Juga  Brigjen Simson Ringu Ikuti Upacara Pancasila Bersama Forkopimda Gorontalo

“Hal ini menyebabkan aliran air tersumbat dan memperburuk potensi banjir bandang saat curah hujan tinggi,” demikian kutipan laporan Tim DLHK yang ditandatangani antara lain oleh Romly Utiarahman, Jumat (16/1/2026).

**Cek berita dan artikel terbaru kami dengan mengikuti saluran WhatsApp di :