GoTimes.id, Gorontalo Utara – Dugaan aktivitas orang asing tanpa dokumen lengkap di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara menuai sorotan. Seorang warga, Arsad Tuna, secara resmi menyampaikan laporan pengaduan kepada DPRD Gorontalo Utara terkait keberadaan tenaga asing yang diduga bekerja tanpa kelengkapan izin. Minggu (22/2).
Arsad menegaskan bahwa peran masyarakat dalam pengawasan orang asing sangat krusial. Menurutnya, warga lokal merupakan pihak yang paling awal berinteraksi dengan orang asing di lingkungan sekitar.
“Secara hukum di Indonesia, pengawasan orang asing bukan hanya tugas Imigrasi, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Arsad kepada awak media, beberapa hari lalu.
Ia mengungkapkan adanya dugaan seorang warga negara asing yang hanya mengantongi visa liburan (holiday visa) namun sempat dipekerjakan di PT Gorontalo Panel Lestari, salah satu perusahaan pengelola Hutan Tanaman Industri (HTI) di wilayah hukum Gorontalo Utara.
Menurut Arsad, keberadaan orang asing tersebut tidak terdeteksi oleh Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) tingkat kabupaten. Hingga akhirnya, pihak Imigrasi mengambil tindakan dengan mendeportasi yang bersangkutan ke negara asalnya pada Januari 2026.














