Scroll untuk membaca artikel sob
Pasang Iklan
PrespektifOpini

Adhyaksa di Persimpangan: Menanam Benih Keadilan atau Memanen Angin Mutasi?

×

Adhyaksa di Persimpangan: Menanam Benih Keadilan atau Memanen Angin Mutasi?

Sebarkan artikel ini
Sandy Syafrudin Nina. (Foto: Dok. Pribadi)
Sandy Syafrudin Nina. (Foto: Dok. Pribadi)

Oleh:
Penulis Lepas Yang Melepaskan Tulisan


GoTimes.id – Di ufuk , aroma pengungkapan kasus sedang menyengat, membangkitkan harapan yang sekian lama tertidur. Namun, tepat saat kebenaran mulai menyembul ke permukaan, saat berkas-berkas kasus mulai berbisik tentang siapa saja yang berpesta di atas keringat , sebuah titah dari singgasana Jakarta. Surat Keputusan Nomor: KEP-IV-24/C/01/2026 mendarat seperti guntur di siang bolong, memutus rantai langkah Zam-Zam Ikhwan dan menyerahkan tongkat estafet kepada Dr. Aditya Narwanto.

Baca Juga  PT Agro Artha Surya Abaikan Dua Peringatan, AMMPD Minta Sanksi Tegas Segera Diberlakukan

Secara administratif, ini adalah tarian rutin birokrasi. Namun dalam rasi bintang , ini adalah gerhana yang memadamkan cahaya kepastian.

I. Nafas yang Terputus: Tragedi “Skema Nol”.

Memindahkan seorang pemimpin di tengah badai perkara adalah tindakan mematahkan pena saat naskah kebenaran baru setengah ditulis. Setiap di puncak penyidikan memaksa sistem untuk melakukan ritual adaptasi yang melelahkan. Kajari baru harus mengeja ulang abjad perkara, menghirup kembali debu-debu berkas yang ditinggalkan, dan membangun ulang kepercayaan tim yang mungkin mulai limbung.

Baca Juga  Sikap DPRD Sangihe Dikatakan Seperti Mafia, Tidak Memikirkan Rakyat

Dalam sosiologi , inilah yang disebut sebagai Structural Hindrance sebuah hambatan struktural yang halus namun mematikan. Waktu yang terbuang untuk adaptasi adalah oksigen tambahan bagi para penjarah uang . , yang seharusnya menjadi pedang yang menebas cepat, tiba-tiba berubah menjadi siput yang merambat lambat di atas meja transisi.

II. Momentum yang Tercuri dan Satir Penegakan .

Baca Juga  Elnino: PSU Tak Akan Mengubah Nasib ROMANTIS di Gorut

Lihatlah kalender digital kita. Sejak Desember 2025, nadi Kejari berdenyut kencang. Penyelidikan Dana yang melibatkan gurita birokrasi pedesaan sedang berada di titik didih. Belum lagi riuh rendah dugaan intimidasi terhadap para martir anti- pada 20 Desember lalu. Di tengah tensi yang memuncak ini, hadir bukan sebagai katalisator, melainkan sebagai peredam.

**Cek berita dan artikel terbaru kami dengan mengikuti saluran WhatsApp di :