Scroll untuk membaca artikel sob
Pasang Iklan
BeritaNasional

MBG Dinilai Lebih Menguntungkan Pengusaha daripada Anak Sekolah

×

MBG Dinilai Lebih Menguntungkan Pengusaha daripada Anak Sekolah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi logo Badan Gizi Nasional (Foto: Tangkapan layar laman bgn.go.id)
Ilustrasi logo Badan Gizi Nasional (Foto: Tangkapan layar laman bgn.go.id)

GoTimes.id, Yogyakarta – Program Makan Bergizi Gratis () menuai sorotan dari berbagai kalangan menyusul munculnya kasus massal di sejumlah daerah. Guru Besar Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB ), Prof Dr R Agus Sartono, MBA, menilai persoalan utama bukan pada ide besarnya, melainkan pada mekanisme penyalurannya.

“Kenapa yang tujuannya sangat bagus tidak dilakukan menggunakan mekanisme yang sudah ada? Misalnya data penerima PKH di atau data dan di Kementerian ,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (20/3/2025).

Baca Juga  4 Juta Ton Jagung dalam Setahun, Misi Besar Kementan-Polri Demi Indonesia Emas 2045

Prof Agus juga menyinggung pengelolaan yang menjadi kewenangan daerah sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Menurutnya, kabupaten/kota berwenang mengelola SD dan SMP, provinsi mengelola SMA/SMK, sementara berbasis agama berada di bawah Kementerian Agama.

Baca Juga  UPP Kelas II Tahuna Terbuka Terhadap Kritikan dan Masukan

“Oleh sebab itu, beri kewenangan kepada daerah sesuai undang-undang. Badan Nasional (BGN) cukup melakukan monitoring. Dengan cara demikian, koordinasi dan tingkat keberhasilan akan lebih baik,” jelasnya.

Prof Agus menilai, panjangnya rantai MBG membuat besar lebih diuntungkan dibandingkan siswa. Dengan unit cost Rp15 ribu per porsi, kata dia, anak-anak justru hanya mendapat makanan senilai Rp7 ribu.

Baca Juga  HL Siap Hadapi Laporan Dugaan Pengancaman, DPRD Sangihe Hormati Proses Hukum

“Program Makan Bergizi Gratis akhirnya benar-benar menjadi ‘Makan Bergizi Gratis’ bagi besar karena mendapat keuntungan yang besar secara gratis,” ujarnya.

**Cek berita dan artikel terbaru kami dengan mengikuti saluran WhatsApp di :