Scroll untuk membaca artikel sob
Pasang Iklan
BeritaNasional

Divhumas Polri Gelar FGD Kontra Radikalisme di Makassar

×

Divhumas Polri Gelar FGD Kontra Radikalisme di Makassar

Sebarkan artikel ini
Divhumas Polri Gelar FGD Kontra Radikalisme di Makassar. (Foto: Humas Polri)
Divhumas Polri Gelar FGD Kontra Radikalisme di Makassar. (Foto: Humas Polri)

Gotimes.id, Makassar — Dalam rangka memperkuat ketahanan masyarakat terhadap radikalisme dan terorisme, Divisi Humas menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Terorisme adalah Musuh Kita Bersama” di Polrestabes Makassar, Senin (26/5).

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda.

Kegiatan dibuka oleh Kabag Penum Divhumas , Kombes Pol Erdi A. Chaniago, yang menegaskan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital.

“Saat ini kita tidak bisa bermimpi kembali ke era konvensional. Sekarang adalah era digital. Kita tidak perlu memusuhi perubahan, tetapi mengikuti dan menghadapinya secara bijak,” ujar Kombes Erdi.

Baca Juga  Kapolri Melayat ke Rumah Duka Syafruddin Kambo

Ia juga mengingatkan bahwa kenakalan remaja kini banyak berakar dari dalam kamar, melalui gadget dan akses internet yang tidak terkontrol, bukan semata dari lingkungan pergaulan.

“Anak kita nakal bukan karena temannya, tapi karena tidak bijaknya penggunaan gawai di kamar mereka sendiri,” jelasnya.

Baca Juga  45 Tahun Berdiri, Akhirnya Kantor Perumda Air Minum Ake'u Banua Dapat Direnovasi

Dalam FGD tersebut, hadir pula narasumber Ustadz Muchtar Daeng Lau, mantan narapidana kasus terorisme yang kini aktif berdakwah. Ia mengajak peserta untuk lebih cermat dalam menyerap dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan agama.

“Saring sebelum sharing. Menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya bisa menambah dosa,” pesannya.

Ustadz Muchtar juga menyoroti maraknya penyebaran konten keagamaan tanpa verifikasi yang benar, seperti hadis-hadis yang belum tentu sahih dan seringkali dibagikan bebas di media sosial.

Baca Juga  Saham CDIA Masuk Pemantauan Khusus, BEI Ungkap Alasan Pengawasan

“Sekarang ini, yang dicari bukan lagi nilai kebenaran, tapi like, share, dan komentar,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Divhumas berharap bisa mendorong pendekatan yang lebih humanis, edukatif, dan berbasis literasi digital dalam menangkal radikalisme, terutama di kalangan generasi muda.

“Kami berkomitmen menjaga keutuhan NKRI dengan merawat kebersamaan melalui pendekatan yang mengedepankan edukasi dan nilai kebangsaan,” tutup Kombes Erdi.

**Cek berita dan artikel terbaru kami dengan mengikuti saluran WhatsApp di :