“Saya minta persoalan ini diselesaikan. Kita tidak ingin setetes darah warga Gorontalo Utara tumpah karena industrialisasi yang tidak manusiawi,” ucapnya.
Windra menekankan bahwa setiap persoalan pasti memiliki solusi, namun perlu perhatian dan kemauan dari pemerintah daerah untuk mencarinya.
“Saya sempat menanyakan progresnya ke Pak Sekda, tapi hingga kini belum ada kejelasan. Suasana mungkin terlihat tenang, tapi batin masyarakat sudah resah karena mereka berhadapan langsung dengan pihak perusahaan,” lanjutnya.
Ia juga memperingatkan agar tidak ada kesalahan penanganan yang bisa memicu tindakan anarkis seperti yang pernah terjadi di daerah lain.
“Ini bukan sekadar retorika. Harus ada mitigasi konflik yang jelas dari sekarang,” tutup Windra.