“Kami berdiri di garda terdepan bukan untuk kepentingan kelompok, melainkan untuk memastikan rakyat Gorontalo mendapatkan hak kesehatan yang layak. Jika ada pelayanan yang masih bermasalah, maka kami akan terus mendesak agar ada perbaikan. Tidak boleh ada kompromi dalam urusan hak dasar masyarakat,” ujarnya dengan lantang.
Lebih jauh, Majid menyampaikan bahwa perjuangan mahasiswa masih berlanjut dengan agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi Gorontalo pada 6 Oktober 2025 mendatang. Ia memastikan forum tersebut akan menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk kembali menegaskan tuntutan serta mengawal komitmen wakil rakyat.
“RDP nanti adalah panggung pembuktian. Kami ingin melihat apakah DPRD benar-benar serius mendengar dan menyelesaikan persoalan kesehatan ini. Kami akan hadir dengan data, fakta, dan suara rakyat. Dan kami pastikan perjuangan ini akan terus berlanjut hingga ada perubahan yang nyata,” pungkasnya.












