“Saya akan mulai dari diri saya pribadi. Kita tidak menunggu APBD. Dengan kebersamaan, Insya Allah ini bisa kita lakukan,” ujarnya.
Penataan Pasar Jajan Moluo juga memiliki visi jangka panjang, pemerataan aktivitas ekonomi. Selama ini, konsentrasi perdagangan cenderung menumpuk di wilayah Molingkapoto. Dengan pengembangan Moluo, diharapkan pusat ekonomi baru bisa tumbuh dan berkembang.
Apalagi kawasan ini berada di wilayah permukiman padat yang memiliki nilai historis sebagai Kota Lama Gorontalo Utara. Jika ditata dengan baik, bukan hanya ekonomi yang bergerak, tetapi juga wajah kota yang lebih tertib dan representatif.
“Kalau ini kita kembangkan, aktivitas ekonomi bisa lebih merata dan tidak menumpuk di satu titik saja,” jelasnya.
Bagi Bupati, penataan Pasar Jajan Moluo bukan sekadar urusan cat dan lampu. Ini adalah simbol semangat membangun dari hal kecil, dari ruang-ruang ekonomi rakyat, dari kawasan lama yang ingin kembali bercahaya.
“Setidak-tidaknya walaupun ini yang bisa kita lakukan untuk sementara, kita ingin Gorontalo Utara terus bercahaya. Dan cahaya itu harus mulai sekarang,” pungkasnya.













