Scroll untuk membaca artikel sob
Pasang Iklan
BeritaNasional

Polri Putus Rantai Tengkulak, Fasilitasi KUR dan Penyerapan Jagung Petani

×

Polri Putus Rantai Tengkulak, Fasilitasi KUR dan Penyerapan Jagung Petani

Sebarkan artikel ini
Polri Putus Rantai Tengkulak, Fasilitasi KUR dan Penyerapan Jagung Petani. (Foto: Humas Polri)
Polri Putus Rantai Tengkulak, Fasilitasi KUR dan Penyerapan Jagung Petani. (Foto: Humas Polri)

Senior Vice President BRI, Danang Andi Wijanarko, yang mewakili Himbara, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 BRI telah menyiapkan plafon pembiayaan Mikro sebesar Rp180 triliun, termasuk untuk sektor dan ekosistem .

Tak hanya fokus pada permodalan, melalui Gugus Tugas juga memberikan perlindungan terhadap stabilitas harga di tingkat . Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjebak menjual hasil panen kepada tengkulak dengan harga rendah.

Baca Juga  Kapolri dan ATR/BPN Kompak Lawan Mafia Tanah

Sebagai solusi, menjalin kerja sama dengan Perum untuk menyerap hasil panen dengan harga yang lebih berpihak. Pengadaan tahun 2026 oleh didasarkan pada Surat Dinas Internal Nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tertanggal 12 Januari 2026, dengan target penyerapan 1 juta ton jagung untuk Cadangan Pemerintah. Harga pembelian ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram.

Baca Juga  Divhumas Polri Gelar FGD Kontra Radikalisme di Makassar

“Fokus kami adalah memastikan harga jagung di tingkat petani minimal sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah seperti Jawa Barat dan Kalimantan Selatan, kolaborasi ini mendorong pembelian jagung sesuai standar HPP , yakni Rp6.400 per kilogram,” kata Brigjen Langgeng.

Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur, memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak, serta meningkatkan produksi jagung . Dengan pendampingan manajerial yang berkelanjutan, petani diharapkan mampu mengelola pembiayaan secara sehat, membayar pinjaman tepat waktu, dan meningkatkan kesejahteraan hidup.

Baca Juga  Pengidap HIV/AIDS di Sangihe Capai 72 Orang, Didominasi Laki-laki

Melalui rapat koordinasi tahun 2026 ini, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem jagung pakan ternak demi terwujudnya kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia.

**Cek berita dan artikel terbaru kami dengan mengikuti saluran WhatsApp di :