Scroll untuk membaca artikel sob
Pasang Iklan
BeritaNasional

Polri Bongkar Jaringan Perdagangan Orang ke Bahrain, Tiga Tersangka Ditangkap

×

Polri Bongkar Jaringan Perdagangan Orang ke Bahrain, Tiga Tersangka Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Polri Bongkar Jaringan Perdagangan Orang ke Bahrain, Tiga Tersangka Ditangkap. (Foto: Humas Polri)
Polri Bongkar Jaringan Perdagangan Orang ke Bahrain, Tiga Tersangka Ditangkap. (Foto: Humas Polri)

Gotimes.id, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (Dittipid PPA) Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang mengirim pekerja migran ilegal ke Bahrain. Dalam kasus ini, tiga orang tersangka, yakni SG, RH, dan NH, telah ditangkap dan ditahan.

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari seorang korban yang bekerja di Bahrain sebagai spa attendant. Korban awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai waitress dan housekeeping di hotel oleh para pelaku, tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Baca Juga  Pemkab Sangihe Surati Bapanas Terkait Penyaluran Beras SPHP

Berdasarkan penyelidikan, para pelaku merekrut korban melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dengan iming-iming pekerjaan di Bahrain. Korban yang tertarik kemudian diminta membayar biaya keberangkatan sebesar Rp15 juta. Pelaku kemudian menyiapkan berbagai dokumen, seperti paspor, visa, dan tiket pesawat untuk memberangkatkan korban.

Polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yaitu:

  • SG: Berperan sebagai penghubung dengan pemberi kerja di Bahrain dan menerima uang dari korban.
  • RH: Direktur LPK yang mengurus penerbitan paspor korban, menampung uang korban, serta mengatur keberangkatan.
  • NH: Staf LPK yang menangani dokumen persyaratan kerja dan keberangkatan korban.
Baca Juga  KPK: Gratifikasi dan Suap Marak di ASN

Kasubdit III Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri, KBP Amingga P.M., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa jaringan ini telah beroperasi sejak 2022 dan meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga  Kisruh Obat Expired, DPRD Sangihe Bentuk Pansus

Kami terus mengembangkan kasus ini dan bekerja sama dengan PPATK untuk melacak aliran dana para tersangka. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta Divhubinter Polri guna mengungkap jaringan yang berada di luar negeri,” ujar KBP Amingga.

**Cek berita dan artikel terbaru kami dengan mengikuti saluran WhatsApp di :