Scroll untuk membaca artikel sob
Pasang Iklan
Headline

Kasus Jalan Tani Tiga Tahun Tanpa Tersangka, Laki Gorontalo Minta Kapolres Gorut Mundur

×

Kasus Jalan Tani Tiga Tahun Tanpa Tersangka, Laki Gorontalo Minta Kapolres Gorut Mundur

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Laskar Anti Korupsi Indonesia (Laki) Provinsi Gorontalo, Efendi Dali, SH, saat mengunjungi salah satu jalan tani. (Foto: Dok. Pribadi)
Sekretaris Laskar Anti Korupsi Indonesia (Laki) Provinsi Gorontalo, Efendi Dali, SH, saat mengunjungi salah satu jalan tani. (Foto: Dok. Pribadi)

GoTimes.id, – Kinerja Unit Tindak Pidana () kembali menjadi sasaran kritik keras. Penanganan tani yang telah berjalan hampir tiga tahun dinilai gagal total, lantaran hingga kini belum satu pun pihak ditetapkan sebagai tersangka.

Sekretaris Laskar Anti Indonesia () Provinsi , Efendi Dali, SH, menilai lambannya penanganan kasus tersebut sebagai bentuk ketidakmampuan aparat penegak dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan bertanggung jawab.

Baca Juga  Hari Ini Arsad Rencana Adukan Surat Peringatan Imigrasi Terkait PT GPL ke Ombudsman

“Ini bukan lagi soal proses berjalan atau menunggu waktu. Tiga tahun tanpa tersangka adalah bukti nyata kegagalan penanganan perkara. Penyidik sudah memanggil saksi, termasuk kontraktor, tapi hasilnya nihil,” tegas Efendi, Selasa (13-1).

Efendi mengungkapkan, alasan tidak adanya perkembangan semakin sulit diterima publik, mengingat Gorontalo telah melibatkan tim ahli dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Tim tersebut bahkan telah melakukan penghitungan teknis di 28 titik lokasi tani yang dipersoalkan.

Baca Juga  Obat Kedaluwarsa Ditemukan Dibakar di Tepi Jalan, Bukan di Tempat Sampah

“Tim ahli sudah turun, sudah menghitung di 28 titik. Kalau itu belum cukup untuk menentukan arah perkara, lalu apa lagi yang ditunggu? Ini patut dicurigai sebagai pembiaran,” ujarnya dengan nada keras.

Baca Juga  DPD LAKI Gorontalo Dampingi Ahli Waris Laporkan Dugaan Pemalsuan, Penipuan, dan Manipulasi Dokumen Tanah ke Kejati

Menurut Efendi, berlarut-larutnya penanganan perkara ini telah mencederai rasa keadilan masyarakat dan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, khususnya Gorontalo Utara. Ia menilai tidak ada alasan rasional bagi aparat penegak untuk terus menahan kepastian dalam perkara yang sudah lama ditangani.

**Cek berita dan artikel terbaru kami dengan mengikuti saluran WhatsApp di :