Lebih lanjut disampaikan, ketika seseorang memahami tujuan hidupnya, maka setiap perbuatannya akan bernilai amal dan dihitung sebagai ibadah. Sebaliknya, banyak orang merasa hampa karena kehilangan arah dan tidak memahami tujuan hidupnya. Karena itu, penting bagi setiap insan untuk meluruskan niat dan menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya orientasi hidup.
Kapolres menjelaskan, tujuan hidup pertama adalah mengabdi kepada Allah SWT. Manusia diciptakan untuk mencintai, patuh, dan tunduk pada aturan-Nya. Meski manusia diberi kebebasan memilih jalan hidup, ia mengingatkan bahwa segala sesuatu akan menjadi sia-sia apabila tidak diniatkan semata-mata karena Allah SWT.
Selain sebagai bentuk pengabdian, hidup juga merupakan ujian. Dalam menghadapi ujian, manusia dituntut bersungguh-sungguh karena hal itu akan menentukan nasib di akhirat kelak. Ujian dapat hadir dalam berbagai bentuk, baik kesehatan, kelapangan rezeki, maupun kesenangan.
“Ujian bukanlah akhir dari kehidupan, tetapi sarana agar kita memiliki arah hidup dan semakin meningkatkan iman serta takwa kepada Allah SWT,” tutupnya dalam khotbah.














