Program nasional tersebut dikenal dengan skema Hilirisasi 20T, yang berfokus pada pembangunan ekosistem industri ayam dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan. Cakupan program meliputi pengembangan Grand Parent Stock (GPS), Parent Stock (PS), hingga Final Stock (FS), pembangunan pabrik pakan, penyediaan obat hewan, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), pengolahan daging, sistem logistik, hingga penguatan jaringan pemasaran.
Menurut Rusli, penguatan program hilirisasi ayam ini juga akan berdampak pada peningkatan dukungan anggaran, baik yang bersumber dari APBD maupun APBN, sehingga program tidak hanya bergantung pada satu skema pembiayaan.
Sebagai bagian dari penguatan implementasi di daerah, pemerintah kabupaten juga tengah mempersiapkan peluncuran G2-10 Plus di Kecamatan Gentuma yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa depan. Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan penanaman pohon, sebagai simbol sinergi antara pembangunan ekonomi dan kepedulian lingkungan.
“Launching akan kita laksanakan hari Selasa. Seluruh persiapan kita lakukan bersama pemerintah kecamatan dan pada prinsipnya sudah siap,” pungkasnya.













