“Untuk program ini, Gorontalo mendapatkan alokasi ABT yang dimulai pada tahun 2026, yaitu untuk komoditas kelapa seluas 10 ribu hektar dan tebu 550 hektar. Kemudian tahun 2027 untuk komoditas kelapa seluas tiga ribu hektar. Jika dirupiahkan nilainya mencapai Rp50,6 miliar,” ujar Gubernur Gusnar.
Rincian pelaksanaan ABT di Gorontalo, tahun 2026 dialokasikan untuk kelapa seluas 5.000 hektar di Kabupaten Pohuwato dan 5.000 hektar di Kabupaten Gorontalo. Untuk komoditas tebu, 400 hektar dialokasikan di Kabupaten Gorontalo dan 150 hektar di Kabupaten Boalemo. Sementara tahun 2027, alokasi kelapa seluas 3.000 hektar dibagi masing-masing 1.500 hektar di Kabupaten Gorontalo dan 1.500 hektar di Kabupaten Pohuwato.
Selain itu, Pemprov Gorontalo juga telah mengusulkan pengembangan komoditas kakao seluas 3.200 hektar kepada Kementerian Pertanian.
“Gorontalo memiliki komoditas kakao yang sudah dipasarkan hingga ke Jepang melalui Tokya Food. Ini bisa mendukung program hilirisasi ke depan,” tambah Gusnar.













