Belanja daerah direncanakan sebesar Rp711,35 miliar, terdiri dari:
- Belanja Operasi Rp517,98 miliar
- Belanja Modal Rp55,36 miliar
- Belanja Tidak Terduga Rp763,47 juta
- Belanja Transfer Rp137,23 miliar
Belanja transfer ke desa mencakup pembiayaan Pemilihan Kepala Desa serentak di 89 desa, yang merupakan gelombang pertama Pilkades pascapengesahan UU Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa.
Pembiayaan Daerah
Penerimaan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp18,93 miliar yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya. Pengeluaran pembiayaan meliputi cicilan pokok utang jatuh tempo Rp18,35 miliar dan penyertaan modal daerah Rp1,5 miliar.
Dengan komposisi tersebut, Banggar memperkirakan APBD 2026 akan mengalami surplus sekitar Rp925,23 juta.
“Semoga KUA–PPAS ini dapat melahirkan APBD yang efisien dan pro terhadap kepentingan rakyat,” ujar Miqdad Abdullah.













