Selain itu, keseimbangan primer menunjukkan surplus sebesar Rp 97,1 triliun. Pada kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga menekankan pentingnya memantau perkembangan ekonomi global, terutama terkait dengan pelemahan ekonomi di China dan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“China, sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, masih menghadapi tantangan dari sektor properti yang lemah serta masalah utang pemerintah daerah yang belum terselesaikan,” tambah Sri Mulyani.
Informasi ini memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan negara dan tantangan yang dihadapi dalam konteks ekonomi global saat ini.