Namun, potensi besar itu belum sepenuhnya tergarap. Keterbatasan fasilitas tangkap, akses permodalan, hingga fluktuasi harga ikan masih menjadi tantangan utama.
Dalam forum, para peserta sepakat bahwa solusi jangka panjang harus bertumpu pada kolaborasi kelembagaan, penguatan BUMDes dan koperasi nelayan, serta pendampingan berkelanjutan agar rantai nilai perikanan semakin efisien.
🌊 Ketika Masyarakat Berbicara, Kami Belajar
FGD dipandu oleh Ahmad Darmawan dan Laila Ramadini sebagai moderator, yang memastikan seluruh suara nelayan dan masyarakat pesisir mendapat ruang untuk didengar.
“Kami ingin mendengar langsung cerita dari masyarakat. Dari pengalaman mereka, kita bisa memahami bagaimana mereka mengelola laut, menghadapi tantangan, dan menjaga tradisi gotong royong,” tutur Ahmad Darmawan.
Suara-suara nelayan mengalir jujur — tentang perahu yang harus berlayar lebih jauh, harga ikan yang naik-turun, dan strategi bertahan hidup dari laut.
Bagi tim IPB University, pembelajaran terpenting justru terletak pada semangat kebersamaan, kemandirian, dan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap laut mereka sendiri.
🌊 Penutup: Dari Laut, Harapan Itu Tumbuh
Ekspedisi ini bukan hanya tentang penelitian, tetapi tentang membangun jembatan antara ilmu dan kehidupan nyata.
Paguyaman Pantai mengajarkan bahwa kesejahteraan bisa lahir dari laut, jika semua pihak bersedia mendengar, bekerja bersama, dan menjaga sumber daya yang menjadi napas kehidupan mereka.













