GoTimes.id, Boalemo — Ombak belum datang, tapi semangat kolaborasi sudah lebih dulu menyapa pesisir Paguyaman Pantai. Di wilayah transmigrasi yang masih menyimpan banyak potensi ini, Tim Ekspedisi Patriot IPB University hadir membawa misi: mendengar, memahami, dan menumbuhkan gagasan bersama masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi, yang menitikberatkan pada riset lapangan, pemetaan potensi lokal, serta penguatan nilai sosial-budaya masyarakat. Di bawah pimpinan Dr. Beginer Subhan, S.Pi., M.Si., tim yang beranggotakan Muhammad Kiflan, Ahmad Darmawan, Laila Ramadini, dan Alif Samudera berfokus memetakan komoditas perikanan unggulan sekaligus membangun ruang dialog lintas sektor melalui kegiatan Forum Group Discussion (FGD).
🌊 Berbagi Pikiran di Tepi Laut: Saat Semua Pihak Duduk Satu Meja
Pada Selasa, 28 Oktober 2025, suasana hangat terasa di ruang FGD bertema “Permasalahan dan Strategi Pemanfaatan Komoditas Unggulan Perikanan di Kawasan Transmigrasi Paguyaman Pantai.”
Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Dinas Kelautan dan Perikanan, Penyuluh Perikanan, Camat Paguyaman Pantai, Kepala Desa Apitalawu, BUMDes Paguyaman Pantai, kelompok nelayan, Karang Taruna, hingga penampung ikan.
Dua narasumber utama, Ardiansyah Rauf (Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan) dan Hardiyanto Adipu, S.T. (Kepala Bagian Transmigrasi), membuka wawasan tentang kondisi aktual perikanan serta arah kebijakan ekonomi pesisir.
Diskusi mengalir alami, jauh dari sekadar formalitas, menjadi ruang bertukar ide antara pemerintah, nelayan, dan mahasiswa tentang bagaimana laut dan hasil tangkapan bisa benar-benar menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.
🌊 Menemukan Emas di Laut: Potensi Perikanan yang Menunggu Tersentuh
Hasil observasi lapangan menunjukkan Paguyaman Pantai menyimpan “emas biru” berupa berbagai jenis ikan bernilai ekonomi tinggi:
🐟 Tuna
🐟 Cakalang
🐟 Roa
🐟 Cumi-cumi
🐟 Kembung
🐟 Kapia
🐟 Ekor kuning













