Scroll untuk membaca artikel sob
Pasang Iklan
BeritaNasional

Celios: Kopdes Merah Putih Berisiko Gagal Bayar Rp7,18 Triliun per Tahun

×

Celios: Kopdes Merah Putih Berisiko Gagal Bayar Rp7,18 Triliun per Tahun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi AI
Ilustrasi AI

GoTimes.id, Jakarta – Center of Economic and Law Studies () mengungkap kerugian besar dari program Desa () yang didorong pemerintah. Menurut laporan terbaru , ini dapat mencapai Rp7,18 triliun per tahun, jika mengacu pada tingkat risiko kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) pelaku yang mencapai di atas 4 persen.

“Berarti dari setiap Rp100 triliun pembiayaan, sekitar Rp4 triliun berpotensi macet,” tulis laporan berjudul Dampak Ekonomi , dikutip Selasa (22-7).

Baca Juga  Pemerintah Genjot Pajak Digital dan Ekspor 2025

Celios memperkirakan bahwa pada tahun keenam pembayaran kredit, risiko pembiayaan dapat melonjak hingga Rp28,33 triliun. Lonjakan ini dinilai sebagai akibat dari berbagai masalah struktural, seperti rendahnya kapasitas manajerial koperasi, lemahnya pengawasan, serta persoalan administratif yang belum teratasi.

“Lonjakan ini mencerminkan ketidakstabilan sistem pembiayaan koperasi jika tidak disertai dengan tata kelola keuangan yang kuat, mitigasi risiko yang ketat, dan pengawasan menyeluruh dari lembaga terkait,” jelas Celios dalam laporannya.

Baca Juga  Legislator Apresiasi Sinergi Polri dalam Pengamanan Mudik Lebaran 2025

Salah satu perhatian utama adalah kebijakan pemerintah yang menjadikan Desa sebagai jaminan untuk pembiayaan Merah Putih. Celios menilai hal ini sebagai penyimpangan dari fungsi Desa yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan pembangunan lokal dan pemberdayaan masyarakat desa.

Baca Juga  SD Inpres Dumuhung Bentuk Karakter Siswa Lewat Kegiatan Pramuka

“Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali penggunaan Desa untuk jaminan pinjaman bagi Koperasi Desa Merah Putih ini, karena sebelumnya sudah banyak desa yang memiliki BUMDes dan berjalan baik dengan pendanaan dari ,” ujar Peneliti Celios Dyah Ayu, yang dikutip dari Tirto.id.

**Cek berita dan artikel terbaru kami dengan mengikuti saluran WhatsApp di :