GoTimes.id, Gorontalo Utara – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gorontalo Utara mendapat keluhan dari sejumlah orang tua siswa. Keberatan itu terutama menyangkut salah satu menu yang disajikan, yakni ikan teri kering, yang dinilai berisiko bagi anak-anak usia dini.
Keluhan pertama kali mencuat melalui unggahan akun Facebook Maya Mutiara Hulukati. Dalam postingannya, Maya membagikan foto paket MBG berisi nasi, sayur, ikan teri, dan buah. Unggahan itu menjadi viral.
Maya menyebut, ikan teri yang disajikan masih utuh dengan kepala menempel sehingga sulit dikunyah, apalagi oleh anak-anak di jenjang TK serta kelas 1-2 SD yang giginya belum lengkap.
“Kasian anak-anak dorang kse makan ikan kering kong kapala dorang tidak buang. Anak-anak tidak semua ada gigi, terutama TK dengan kelas 1 SD uti,” tulis Maya, Kamis (28/8/2025).
Hal senada diungkapkan orang tua lainnya, Chindi S. Patamani, yang membagikan ulang unggahan Maya. Ia bercerita anaknya lebih memilih menu gratis MBG dibanding bekal dari rumah, meski lauk yang diterima dianggap tidak sesuai untuk anak kecil.
“Ya Allah, atioloo… Bukannya tidak bersyukur, tapi yang mo kase makan anak SD kelas 1-2 yaaaahh sudahlah,” tulis Chindi.
Keberatan orang tua terutama pada aspek keselamatan. Tekstur ikan teri yang keras dan kepala yang pahit berpotensi menyulitkan anak-anak menelan, bahkan dikhawatirkan menyebabkan tersedak.
Menanggapi keluhan itu, Ahli Gizi Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kwandang, Fikti Yanti Husain, menyampaikan permintaan maaf. Ia menegaskan bahwa masukan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi.
Menurut Fikti, pemilihan ikan teri balado pada menu Kamis (28/8/2025) didasarkan pada masukan siswa dan guru yang mengaku bosan dengan lauk telur, ayam, ikan segar, dan daging.
“Jadi faktor pilihan menu teri itu, kebetulan kami menerima surat cinta dari siswa dan guru bahwa mereka bosan dengan lauk yang biasa,” jelasnya.
Fikti mengakui ada kendala operasional dalam memisahkan kepala ikan teri.